Kuatkan dan Teguhkanlah hatimu

Kuatkan dan Teguhkanlah Hatimu

Dalam Yosua 1:1-10 dikatakan, “Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu. Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

Di dalam kisah di atas, Tuhan berkali-kali mengingatkan Yosua untuk meneguhkan dan menguatkan hatinya. Sungguh luar biasa bahwa setiap apa yang diinjak oleh Yosua akan menjadi kepunyaannya dan orang Israel, Tuhan akan memberikan kepada mereka semuanya itu. Hanya satu syarat yang diminta Tuhan yaitu mereka menguatkan dan meneguhkan hati mereka.

Dalam hal apa? Tuhan menginginkan mereka untuk bertindak sesuai dengan hukum yang telah Tuhan tetapkan dan merenungkannya siang dan malam. Tuhan ingin kita taat kepada-Nya dengan sepenuh hati dan pikiran kita. Kita harus percaya bahwa Tuhan memberikan segalanya buat kita asalkan kita melakukan satu hal tersebut. Kita menguatkan dan meneguhkan hati kita di dalam Tuhan.

Tuhan meminta kita untuk memilih berkat atau kutuk, memilih hidup atau mati. Jika engkau melakukan semua yang Tuhan perintahkan maka berkat akan melimpah atasmu. Jika engkau memilih kutuk, jalanilah kehidupan dunia yang rusak ini sesuka hatimu. Apapun yang engkau pilih, baik sadar atau tidak, engkau akan menerima konsekuensinya.

Masalahnya, kita sebagai anak Tuhan, seringkali memikirkan maupun memperkatakan maupun bertindak hal-hal yang negatif, untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. “Saya ini memang begini orangnya, saya memang tidak bisa apa-apa.”, “Saya tahu memang saya lahir dari dengan keterbatasan fisik seperti ini, saya akan mati dengan fisik seperti ini, tidak ada yang dapat saya lakukan untuk mengubahnya.”, “Saya memang tolol, selalu saja melakukan hal-hal bodoh.”, “Hidup saya memang tidak pernah bahagia.”, “Sayalah yang menyebabkan orangtua saya bercerai.” dan masih banyak lagi. Apakah Anda pernah mengucapkan ataupun memikirkan hal-hal yang serupa dengan itu?

Bagaimana bisa kita menguatkan dan meneguhkan hati kita jika pikiran kita dalam keadaan negatif? Pikiran-pikiran itu memberi batasan kepada Tuhan untuk bekerja dalam hidup kita. Kita menjadikan Tuhan menjadi kecil dalam hidup kita. Tuhan ingin agar kita mau dan selalu mengucapkan berkat-berkatNya dalam hidup kita. Jangan kita mengatakan hal-hal buruk tentang diri kita sendiri maupun tentang orang lain sehingga Tuhan bekerja melalui hidup kita.

Jadilah pengikut Kristus yang militan. Yang bagaimanakah itu? Pengikut yang mencintai Tuhan dengan segenap jiwa dan pikirannya, yang selalu mengundang Tuhan dalam setiap perkara yang dia buat, yang selalu memberkati orang lain dan dirinya sendiri, yang peduli kepada sesama, dan yang memperkatakan firman Tuhan kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja dia berada.

Ubahlah pikiran-pikiran maupun perkataan yang negatif menjadi positif. Mungkin Anda akan gagal dan tetap jatuh pada pikiran negatif, tapi itulah gunanya Anda belajar dan Anda merenungkan firman Tuhan siang malam, sehingga pikiran Anda dipenuhi oleh firman Tuhan.

Jadi jika Anda mempunyai suatu penyakit, jangan jadikan penyakit Anda sebagai suatu yang besar yang menuntut semua perhatian Anda dan sepertinya Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa untuk penyakit tersebut. Jika keluarga Anda hancur, janganlah Anda lari kepada dunia yang menawarkan kesenangan sesaat yang kemudian akan membuat hidup Anda lebih hancur lagi. Apapun keadaan buruk menimpa Anda, semua itu hanya sementara. Semuanya akan berlalu, tapi firman-Nya tinggal tetap dalam hati dan hidup Anda, selamanya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s