Posted in Artikel, Kesaksian Nyata Kristiani, Renungan Kristiani

Renungan singkatku-Kunci mengalami perubahan

Halo sobat cyber semua, selamat malam. Penting bagi saya untuk membahas ini di postingan saya. Karena, tadinya saya merasa ngantuk tetapi ketika saya mendengar khotbah dari ko philip mantofa pastor GMS lewat youtube ini, saya merasa dibangkitkan kembali. Beliau ajarkan tentang kunci untuk mengalami perubahan. Hal yang saya perhatikan di Lukas 2:52, Dimulai ketika Yesus masih berumur 12 tahun belum adanya mujizat yang dibuatNya. Hal yang patut diteladani adalah tanggung jawab terhadap manusia yang membuat orang lain suka dengan kita, karena hikmatNya yang bertambah besar sehingga Yesus makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Tuhan menyediakan Anointing yang siap menyertai kita ketika berada dimana saja Tuhan tempatkan kita. Pertama, kita perlu belajar dari Raja Saul kenapa? karena Tuhan mengaruniakan kepadanya kemampuan untuk mengumpulkan pahlawan dan orang-orang yang gagah perkasa untuk mendukung pemerintahannya(1 Samuel 14:52). Masuk ke hadirat Tuhan dengan ekspektasi, minta Tuhan untuk memberikan alat untuk kita bisa berhasil dalam hidup ini. Minta pengurapan untuk bisnis yang dijalankan, minta pengurapan untuk pelayanan yang dilakukan. Kebanyakan kegagalan bukan dari orang lain tapi di diri kita kuncinya di kita. Ada dua kunci untuk bisa mengalami perubahan dalam hidup : 1. Luangkan banyak waktu di bawah pengaruh Kuasa Roh Kudus dan Kuasa Firman Tuhan setiap hari, 2. Bergaulah dengan orang-orang yang penuh iman dan roh kudus. Bagaimana mencari orang-orang yang seperti ini dalam hidup? supaya tidak kecolongan salah orang gitu.  maksudnya bukan berteman, contoh : tukar informasi.. Bergaul lain lagi contoh: saya rasa ada pergumulan dalam hidup saya, menurut anda bagaimana ya ?. Jadi, seperti ini renungan singkat saya teman-teman. Semoga bisa bermanfaat bagi anda semua. Thanks ya Gbu all 😀

Advertisements
Posted in lagu rohani, Renungan Kristiani

Ku Kagum akan Engkau-GMS Live Higher

GMS singkatan dari Gereja Mawar Sharon. GMS memunculkan sebuah album yang bernama Higher. Ini merupakan live recording mereka yang perdana. Jika kalian memang penikmat musik rohani. Bahkan, rindu untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Senandung lagu rohani ini, bisa menjadi kebutuhan rohani anda ketika kita mau datang kepadaNya dengan segenap hati kita. GBU ! 😀

Continue reading “Ku Kagum akan Engkau-GMS Live Higher”

Posted in Renungan Kristiani

Sepuluh Langkah Doa

Sepuluh Langkah Doa

Khotbah oleh Pendeta Eric Chang

Apakah Anda berdoa?

Hari ini, saya akan membagikan tentang subyek penting doa. Doa adalah landasan utama kehidupan seorang Kristen. Pikirkan sejenak tentang kehidupan doa Anda. Seperti apakah kehidupan doa Anda? Apakah Anda menikmatinya? Berapa menit dalam sehari Anda luangkan untuk berdoa? Saya tidak akan bertanya berapa jam kita berdoa karena kalau kita meluangkan beberapa menit saja itu sudah cukup baik.

Apakah sebenarnya doa itu? Bukankah aneh kita perlu menanyakan pertanyaan seperti ini padahal banyak orang Kristen merasa yakin bahwa mereka tahu tentang doa. Apakah doa itu semacam kegiatan keagamaan? Bukankah seringkali doa itu hanyalah suatu aktivitas dimana kita berbicara kepada diri sendiri? Sama seperti dalam perumpamaan orang Farisi dan si pemungut cukai. Sang Farisi telah menjadi seorang yang pakar dalam hal berbicara kepada diri sendiri, dan ia mengira itulah yang dimaksudkan dengan doa. Apa pemahaman Anda mengenai doa?

Continue reading “Sepuluh Langkah Doa”

Posted in Renungan Kristiani

Kuat seperti Abraham

Kuat seperti Abraham

Orang kuat jasmani karena mengkonsumsi makanan dan berolahraga yang baik. Tetapi bukan berarti rohaninya akan juga menjadi sehat. Rohani yang sehat juga harus mengkonsumsi sesuatu yang rohani, yaitu memiliki persekutuan dengan Tuhan. Abraham adalah pribadi yang dipilih Tuhan memiliki banyak hal yang luar biasa, ia diberkati dengan harta, jasmani yang kuat, serta juga berkat rohani yang luar biasa. Abraham tidak pernah kecewa kepada Tuhan, ia selalu kuat karena memiliki Allah yang dahsyat. Abraham benar-benar diberkati oleh Tuhan.

Apakah Abraham kuat karena kekayaannya/ Apakah Abraham kuat karena sesuatu yang lain? Marilah kita melihat mengapa Abraham kuat dalam Tuhan. Kita akan belajar dan meneladani hidupnya, mengapa ia menjadi kuat. Dalam pelayanan di persekutuan kecil pun kita juga harus tetap kuat. Tidak mudah kendor, putus asa dan sebagainya. Apakah kita mau kuat dalam Tuhan?

A. Kebiasaan yang baik (Kejadian 13:18, Ibrani 10:25)
– Abraham memiliki kebiasaan yang baik dan luar biasa. Dimana pun ia bertemu Tuhan, ia selalu mendirikan mezbah bagi Tuhan. Mempunyai kebiasaan tidak pernah meninggalkan ibadah dengan Tuhan.
– Di gunung, di padang gurun, di suatu tempat – Abraham selalu bersekutu dengan Tuhan: mengucap syukur, memberi korban bakaran, dll. Abraham selalu berbuat yang baik bagi nama Tuhan.
– Kita harus memiliki kebiasaan yang baik, tidak meninggalkan ibadah-ibadah yang Tuhan adakan, karena ibadah itu adalah persekutuan yang indah dengan Tuhan. Setialah dalam ibadah di gereja dan ibadah persekutuan kecil (FA, Selgroup).

B. Keyakinan yang baik (Kejadian 13:14, Ibrani 10:34-35)
– Walaupun Abraham di kecewakan oleh orang-orang di sekelilingnya (Lot dan pengikutnya), Abraham tetap memiliki keyakinan pada Tuhan bahwa Tuhan adalah sumber segalannya. Lot sudah memilih lokasi yang terbaik menurut pandangan manusia, tetapi Abraham berharap kepada tuhan saja.
– Abraham yakin jika Allah yang memilih tempat baginya maka akan menjadi sumber berkat luar biasa – keyakinannya terbukti!
– Keyakinan Abraham pada Allah-nya menjadi contoh bagi kita untuk menghadapi permasalahan. Jangan kita kecewa, sakit hati atau dendam karena aset/berkat/usaha kita diambil oleh orang lain lebih dahulu. Pasti Allah menyediakan yang lebih baik lagi. Miliki keyakinan yang baik!

C. Kewajiban yang baik (Kejadian 14:20, I Kor 9:16-17, Maleakhi 3:10-12)
– Abraham menyadari bahwa sepersepuluh dari hasil usahanya adalah milik Tuhan, oleh sebab itu ia mengembalikannya kepada Tuhan.
– Perpuluhan bukan dinilai besar atau kecilnya jumlah yang diberikan tetapi hal ini berbicara ketaatan terhadap perintah Tuhan. Dan bukan hanya perpuluhan yang ia berikan, ketika Tuhan meminta anaknya (Ishak), ia pun TAAT.
– Ketaatan bagi Abraham adalah keharusan.

Penutup :
Tentunya kita sudah tahu bagaimana kita menjadi kuat yaitu kita harus memiliki sesuatu yang baik dan Tuhan yang luar biasa, maka kita dipenuhi dengan berkatnya.

Kejadian 24:1 – Sepanjang hidup selalu diberkati – Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta di berkati dalam segala hal.

Sumber: Bahan FA (Family Altar) Bethany Edisi Mei

 

Posted in Renungan Kristiani

Kuatkan dan Teguhkanlah hatimu

Kuatkan dan Teguhkanlah Hatimu

Dalam Yosua 1:1-10 dikatakan, “Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. Dari padang gurun dan gunung Libanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yakni sungai Efrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu. Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

Di dalam kisah di atas, Tuhan berkali-kali mengingatkan Yosua untuk meneguhkan dan menguatkan hatinya. Sungguh luar biasa bahwa setiap apa yang diinjak oleh Yosua akan menjadi kepunyaannya dan orang Israel, Tuhan akan memberikan kepada mereka semuanya itu. Hanya satu syarat yang diminta Tuhan yaitu mereka menguatkan dan meneguhkan hati mereka.

Dalam hal apa? Tuhan menginginkan mereka untuk bertindak sesuai dengan hukum yang telah Tuhan tetapkan dan merenungkannya siang dan malam. Tuhan ingin kita taat kepada-Nya dengan sepenuh hati dan pikiran kita. Kita harus percaya bahwa Tuhan memberikan segalanya buat kita asalkan kita melakukan satu hal tersebut. Kita menguatkan dan meneguhkan hati kita di dalam Tuhan.

Tuhan meminta kita untuk memilih berkat atau kutuk, memilih hidup atau mati. Jika engkau melakukan semua yang Tuhan perintahkan maka berkat akan melimpah atasmu. Jika engkau memilih kutuk, jalanilah kehidupan dunia yang rusak ini sesuka hatimu. Apapun yang engkau pilih, baik sadar atau tidak, engkau akan menerima konsekuensinya.

Masalahnya, kita sebagai anak Tuhan, seringkali memikirkan maupun memperkatakan maupun bertindak hal-hal yang negatif, untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. “Saya ini memang begini orangnya, saya memang tidak bisa apa-apa.”, “Saya tahu memang saya lahir dari dengan keterbatasan fisik seperti ini, saya akan mati dengan fisik seperti ini, tidak ada yang dapat saya lakukan untuk mengubahnya.”, “Saya memang tolol, selalu saja melakukan hal-hal bodoh.”, “Hidup saya memang tidak pernah bahagia.”, “Sayalah yang menyebabkan orangtua saya bercerai.” dan masih banyak lagi. Apakah Anda pernah mengucapkan ataupun memikirkan hal-hal yang serupa dengan itu?

Bagaimana bisa kita menguatkan dan meneguhkan hati kita jika pikiran kita dalam keadaan negatif? Pikiran-pikiran itu memberi batasan kepada Tuhan untuk bekerja dalam hidup kita. Kita menjadikan Tuhan menjadi kecil dalam hidup kita. Tuhan ingin agar kita mau dan selalu mengucapkan berkat-berkatNya dalam hidup kita. Jangan kita mengatakan hal-hal buruk tentang diri kita sendiri maupun tentang orang lain sehingga Tuhan bekerja melalui hidup kita.

Jadilah pengikut Kristus yang militan. Yang bagaimanakah itu? Pengikut yang mencintai Tuhan dengan segenap jiwa dan pikirannya, yang selalu mengundang Tuhan dalam setiap perkara yang dia buat, yang selalu memberkati orang lain dan dirinya sendiri, yang peduli kepada sesama, dan yang memperkatakan firman Tuhan kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja dia berada.

Ubahlah pikiran-pikiran maupun perkataan yang negatif menjadi positif. Mungkin Anda akan gagal dan tetap jatuh pada pikiran negatif, tapi itulah gunanya Anda belajar dan Anda merenungkan firman Tuhan siang malam, sehingga pikiran Anda dipenuhi oleh firman Tuhan.

Jadi jika Anda mempunyai suatu penyakit, jangan jadikan penyakit Anda sebagai suatu yang besar yang menuntut semua perhatian Anda dan sepertinya Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa untuk penyakit tersebut. Jika keluarga Anda hancur, janganlah Anda lari kepada dunia yang menawarkan kesenangan sesaat yang kemudian akan membuat hidup Anda lebih hancur lagi. Apapun keadaan buruk menimpa Anda, semua itu hanya sementara. Semuanya akan berlalu, tapi firman-Nya tinggal tetap dalam hati dan hidup Anda, selamanya.